Tentang BPPGM

Pelayanan gizi sebagai ikhtiar dakwah, pemberdayaan, dan investasi bagi masa depan Indonesia.

Siapa Kami

Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) adalah Amal Usaha Sosial Muhammadiyah yang menyelenggarakan pelayanan dan pemenuhan gizi melalui jaringan Persyarikatan. BPPGM hadir untuk memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan berkarakter unggul.

Bagi Muhammadiyah, pelayanan gizi bukan sekadar penyediaan makanan. Gizi merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang, kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, program Makan Bergizi Muhammadiyah dikembangkan sebagai gerakan pelayanan yang menghubungkan aspek kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.
"Ekonomi rakyat, khususnya UMKM, perlu digerakkan agar menjadi bagian dari program ini. Ketiga, keterlibatan Muhammadiyah dalam program MBG merupakan panggilan keagamaan yang berakar dari teologi Al-Ma'un. SPPG Muhammadiyah-Aisyiyah di berbagai tempat menjadi wujud nyata dari semangat mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan masyarakat."
Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Disampaikan pada peresmian SPPG Aisyiyah Cab. Kasihan, 13 November 2025

Perjalanan Kelembagaan

Awal Kolaborasi

Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional menandatangani Nota Kesepahaman pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kupang, NTT (No. 11/Nk.01/12/2024 & No. 1190/I.0/A/2024).

Desember 2024
2024

Pembentukan Koordinator Nasional

PP Muhammadiyah membentuk Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah (SK No. 629/Kep/I.0/D/2024) untuk mewakili Persyarikatan dalam pengelolaan program.

Berdirinya BPPGM

PP Muhammadiyah mendirikan Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah sebagai Amal Usaha Sosial (SK No. 127/KEP/I.0/B/2026), transformasi dari Kornas untuk memperkuat tata kelola.

26 April 2026

Landasan Gerakan

Landasan Teologis

Berakar pada Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya semangat teologi Al-Ma'un yang menempatkan pelayanan sosial sebagai bagian dari gerakan dakwah, serta pesan Al-Qur'an (QS. An-Nisa: 9) agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.

Landasan Organisasional

Sejalan dengan AD/ART Muhammadiyah serta keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48, terutama dalam penguatan basis umat dan pengembangan gerakan ekonomi Muhammadiyah.

Landasan Operasional

Didukung oleh Nota Kesepahaman PP Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional, keputusan pembentukan kelembagaan, serta ketentuan penyelenggaraan SPPG Muhammadiyah.

Arah & Tujuan Pelayanan

  • Mendukung tumbuhnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, kuat, dan berkarakter unggul.
  • Memastikan pelayanan gizi dilaksanakan secara amanah, profesional, terstandar, dan berkelanjutan.
  • Mengoptimalkan jaringan organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah sebagai basis pelayanan.
  • Membangun ekosistem hulu-hilir yang melibatkan petani, peternak, nelayan, koperasi, UMKM, lembaga pendidikan, dan tenaga profesional.
  • Memperluas manfaat program bagi penerima layanan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

3 Pilar Tata Kelola

1

Keamanan Pangan

BPPGM melibatkan keilmuan dan tenaga profesional dari program studi gizi, teknologi pangan, dan kesehatan masyarakat di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah untuk memperkuat mutu serta keamanan pangan.

2

Tata Kelola Amanah & Profesional

Pelayanan dilaksanakan melalui standardisasi, penyusunan prosedur operasional baku, transparansi, akuntabilitas, serta bimbingan teknis berkala bagi pengelola SPPG.

3

Ekosistem Berkelanjutan

BPPGM mengembangkan integrasi hulu-hilir dengan melibatkan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU), koperasi, UMKM, dan jejaring Persyarikatan lainnya.

Struktur dan Tata Kelola

BPPGM berada di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta didukung oleh Badan Pembina Harian dan manajemen. Fungsi manajemen mencakup pemantauan dan pengawasan, pengembangan ekosistem sosial-ekonomi, serta pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan riset.

Pada tingkat layanan, SPPGM dipimpin oleh penanggung jawab dan diawasi oleh pengawas yang diangkat serta diberhentikan oleh BPPGM atas usulan jaringan Persyarikatan setempat. Penanggung jawab mengelola produksi dan distribusi makanan bergizi, sedangkan pengawas memastikan pengelolaan berlangsung sesuai ketentuan.

Ekosistem Pelayanan

BPPGM memanfaatkan kekuatan jaringan Muhammadiyah dari hulu hingga hilir:

PemasokPetani, peternak, nelayan, koperasi, UMKM, JATAM, JALAMU, dan unsur ekonomi Persyarikatan.
Dapur & SDMSekolah, pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, serta tenaga profesional.
DistribusiJaringan organisasi otonom dan unsur Persyarikatan di berbagai wilayah.
PendukungPTMA, majelis, lembaga, serta pimpinan Persyarikatan di tingkat wilayah hingga ranting.
Penerima ManfaatMurid, santri, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok sasaran lainnya.

Jangkauan Pelayanan Data 2026

31Provinsi
153Kota/Kabupaten
419K+Penerima Manfaat

Didukung oleh sekitar 9.400 tenaga kerja dapur serta 400 ahli gizi dan akuntan. Muhammadiyah juga mengoptimalkan 1.227.014 meter persegi lahan wakaf untuk mendukung pengembangan program.

Dampak Pelayanan

Menggerakkan Ekonomi Lokal

Model pelayanan BPPGM mendorong pemenuhan bahan baku dari jejaring jamaah dan masyarakat sekitar. Praktik di SPPG Muhammadiyah Minggir menunjukkan bagaimana beras, telur, dan sayuran dapat dipasok oleh petani serta peternak lokal.

Menguatkan Koperasi dan Membuka Lapangan Kerja

Di Petanahan, koperasi Persyarikatan mengorganisasi pemasok bahan baku untuk dapur SPPG. Program juga membuka kesempatan kerja bagi warga sebagai juru masak, penyaji, dan tenaga kebersihan.

Mendukung Pendidikan

Keberadaan SPPG memberikan manfaat bagi sekolah. Di Ketanggungan, Brebes, hal ini mendukung pengembangan sarana aktivitas siswa dan lingkungan belajar yang lebih baik.

Membantu Proses Belajar

Pemenuhan gizi mengurangi gangguan belajar akibat lapar dan mendukung siswa agar lebih fokus, aktif, dan bersemangat.

Gizi yang baik adalah fondasi masa depan bangsa.

Melalui pelayanan yang amanah, profesional, dan terintegrasi, BPPGM berikhtiar menghadirkan manfaat yang melampaui satu porsi makanan: membangun kesehatan, menguatkan pendidikan, menggerakkan ekonomi umat, dan menyiapkan generasi Indonesia yang unggul.

Tanya via WhatsApp