Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) adalah Amal Usaha Sosial Muhammadiyah yang menyelenggarakan pelayanan dan pemenuhan gizi melalui jaringan Persyarikatan. BPPGM hadir untuk memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan berkarakter unggul.
Bagi Muhammadiyah, pelayanan gizi bukan sekadar penyediaan makanan. Gizi merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang, kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, program Makan Bergizi Muhammadiyah dikembangkan sebagai gerakan pelayanan yang menghubungkan aspek kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

"Ekonomi rakyat, khususnya UMKM, perlu digerakkan agar menjadi bagian dari program ini. Ketiga, keterlibatan Muhammadiyah dalam program MBG merupakan panggilan keagamaan yang berakar dari teologi Al-Ma'un. SPPG Muhammadiyah-Aisyiyah di berbagai tempat menjadi wujud nyata dari semangat mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan masyarakat."
Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional menandatangani Nota Kesepahaman pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kupang, NTT (No. 11/Nk.01/12/2024 & No. 1190/I.0/A/2024).
PP Muhammadiyah membentuk Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah (SK No. 629/Kep/I.0/D/2024) untuk mewakili Persyarikatan dalam pengelolaan program.
PP Muhammadiyah mendirikan Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah sebagai Amal Usaha Sosial (SK No. 127/KEP/I.0/B/2026), transformasi dari Kornas untuk memperkuat tata kelola.
Berakar pada Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya semangat teologi Al-Ma'un yang menempatkan pelayanan sosial sebagai bagian dari gerakan dakwah, serta pesan Al-Qur'an (QS. An-Nisa: 9) agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.
Sejalan dengan AD/ART Muhammadiyah serta keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48, terutama dalam penguatan basis umat dan pengembangan gerakan ekonomi Muhammadiyah.
Didukung oleh Nota Kesepahaman PP Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional, keputusan pembentukan kelembagaan, serta ketentuan penyelenggaraan SPPG Muhammadiyah.
BPPGM melibatkan keilmuan dan tenaga profesional dari program studi gizi, teknologi pangan, dan kesehatan masyarakat di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah untuk memperkuat mutu serta keamanan pangan.
Pelayanan dilaksanakan melalui standardisasi, penyusunan prosedur operasional baku, transparansi, akuntabilitas, serta bimbingan teknis berkala bagi pengelola SPPG.
BPPGM mengembangkan integrasi hulu-hilir dengan melibatkan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU), koperasi, UMKM, dan jejaring Persyarikatan lainnya.
BPPGM berada di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta didukung oleh Badan Pembina Harian dan manajemen. Fungsi manajemen mencakup pemantauan dan pengawasan, pengembangan ekosistem sosial-ekonomi, serta pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan riset.
Pada tingkat layanan, SPPGM dipimpin oleh penanggung jawab dan diawasi oleh pengawas yang diangkat serta diberhentikan oleh BPPGM atas usulan jaringan Persyarikatan setempat. Penanggung jawab mengelola produksi dan distribusi makanan bergizi, sedangkan pengawas memastikan pengelolaan berlangsung sesuai ketentuan.
BPPGM memanfaatkan kekuatan jaringan Muhammadiyah dari hulu hingga hilir:
Didukung oleh sekitar 9.400 tenaga kerja dapur serta 400 ahli gizi dan akuntan. Muhammadiyah juga mengoptimalkan 1.227.014 meter persegi lahan wakaf untuk mendukung pengembangan program.
Model pelayanan BPPGM mendorong pemenuhan bahan baku dari jejaring jamaah dan masyarakat sekitar. Praktik di SPPG Muhammadiyah Minggir menunjukkan bagaimana beras, telur, dan sayuran dapat dipasok oleh petani serta peternak lokal.
Di Petanahan, koperasi Persyarikatan mengorganisasi pemasok bahan baku untuk dapur SPPG. Program juga membuka kesempatan kerja bagi warga sebagai juru masak, penyaji, dan tenaga kebersihan.
Keberadaan SPPG memberikan manfaat bagi sekolah. Di Ketanggungan, Brebes, hal ini mendukung pengembangan sarana aktivitas siswa dan lingkungan belajar yang lebih baik.
Pemenuhan gizi mengurangi gangguan belajar akibat lapar dan mendukung siswa agar lebih fokus, aktif, dan bersemangat.
Melalui pelayanan yang amanah, profesional, dan terintegrasi, BPPGM berikhtiar menghadirkan manfaat yang melampaui satu porsi makanan: membangun kesehatan, menguatkan pendidikan, menggerakkan ekonomi umat, dan menyiapkan generasi Indonesia yang unggul.