
5 Oktober 2024

Peninjauan langsung standar operasional dapur umum SPPG yang dinilai siap direplikasi ke tingkat nasional.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) percontohan milik Muhammadiyah yang berlokasi di Yogyakarta pada Sabtu, 12 Oktober 2024. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda evaluasi nasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak awal tahun.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala BGN menyampaikan apresiasinya atas tata kelola operasional dapur SPPG yang dinilai melampaui standar minimum yang ditetapkan pemerintah. Sistem manajemen bahan baku, alur produksi, hingga protokol higienitas mendapat penilaian sangat baik dari tim auditor yang turut serta.
"Apa yang Muhammadiyah lakukan di sini bisa menjadi referensi nasional. Dari manajemen SDM hingga kontrol kualitas, semuanya tertata dengan sangat baik," ujar Kepala BGN dalam sesi diskusi bersama pengelola SPPG.
SPPG percontohan ini mampu memproduksi hingga 3.000 porsi makanan bergizi per hari, menjangkau 12 sekolah dasar dan menengah di wilayah Kota Yogyakarta. Setiap porsi telah memenuhi standar gizi nasional dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang seimbang sesuai panduan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Seluruh bahan baku bersumber dari pemasok lokal yang telah tersertifikasi halal, menjamin kualitas dan keamanan pangan dari hulu ke hilir. Proses audit halal dilakukan setiap tiga bulan bekerja sama dengan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Pihak BGN menyatakan minat untuk mereplikasi model SPPG percontohan ini ke setidaknya 50 titik baru di seluruh Indonesia pada tahun 2025. BPPGM siap mendukung proses replikasi tersebut dengan menyediakan modul pelatihan, pendampingan teknis, dan jaringan pemasok bahan baku.
Kunjungan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BPPGM dan BGN terkait perluasan kemitraan program MBG untuk periode 2025–2027.