Dampak Program Makan Bergizi: Tingkat Kehadiran Siswa Naik 15%
Riset

Dampak Program Makan Bergizi: Tingkat Kehadiran Siswa Naik 15%

Tim Riset & Evaluasi BPPGM

Divisi Monitoring & Evaluasi

28 September 2024 6 menit baca
Bagikan:

Hasil evaluasi triwulan menunjukkan korelasi positif antara intervensi gizi dan semangat belajar siswa.

Hasil evaluasi triwulan ketiga tahun 2024 yang dilakukan oleh Tim Riset dan Evaluasi BPPGM bersama Universitas Muhammadiyah Surakarta mengungkapkan temuan menggembirakan: tingkat kehadiran siswa di sekolah-sekolah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis meningkat rata-rata 15% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Metodologi Penelitian

Evaluasi ini melibatkan 148 sekolah di 12 kabupaten/kota yang tersebar di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Data primer dikumpulkan melalui catatan presensi digital, kuesioner guru kelas, dan wawancara mendalam dengan 320 orang tua murid. Sebagai kelompok kontrol, 60 sekolah dengan karakteristik demografis serupa namun belum menerima program turut dipantau.

Temuan Utama

Kehadiran dan Partisipasi Belajar

Rata-rata tingkat kehadiran di sekolah penerima manfaat mencapai 93,4%, meningkat dari 81,2% pada periode baseline. Guru-guru melaporkan peningkatan signifikan dalam konsentrasi siswa pada jam pelajaran pagi dan siang hari.

Indikator Gizi

Pengukuran antropometri pada awal dan akhir triwulan menunjukkan penurunan persentase siswa dengan status gizi kurang sebesar 8,3 poin persentase. Stunting ringan pada kelas 1–3 SD mengalami koreksi positif pada 61% kasus yang dipantau.

Persepsi Orang Tua

Sebanyak 87% orang tua menyatakan anak-anak mereka lebih bersemangat berangkat sekolah sejak program berjalan. Faktor utama yang disebutkan adalah "anak tidak perlu khawatir tidak sarapan" dan "makanan di sekolah lebih bergizi dari yang biasa dibawa dari rumah."

Rekomendasi

Tim evaluasi merekomendasikan perluasan program ke 500 sekolah tambahan dengan prioritas pada daerah yang masih memiliki angka stunting di atas rata-rata nasional. Selain itu, modul edukasi gizi untuk orang tua perlu diperkuat agar dampak program tidak berhenti di gerbang sekolah.